"Assalamualaikum", salam yang selalu terdengar setiap saat. Senyum yang selalu menghiasi suasana hati setiap orang. Keramah-tamahan yang telah melekat pada setiap partikel Ranah Damai. Salam dibalas salam, senyum dibalas senyum, sapa dibalas sapa, itulah pemandangan yang paling indah melebihi indahnya panorama Rajaampat.
Sudah berpuluh-puluh tahun Ranah Damai hadir dengan kedamaiannya, ketentramannya menaungi para penimba ilmu yang sedang berjuang mencari jati diri. Para penimba ilmu yang datang silih berganti seiring berjalannya waktu. Yang matang siap untuk panen, giliran yang muda menyerap sari-sari kehidupan menjadi buah yang unggul kelak dikemudian hari. Selalu begitu setiap tahunnya.
Buah yang unggul tidak terlepas dari kepiawaian sang petani, sang petani kehidupan yang selalu menanamkan benih-benih kehidupan yang hakiki, sang kyai kharismatik.Tanpa lelah berjuang sepenuh hati menjaga buah-buahnya agar dapat matang dengan sempurna. Walaupun tidak sedikit buah yang matang dengan sempurna, ia tetap berjuang dengan setulus hati dan sabar agar tercipta buah-buah yang sempurna.
Kini sang petani telah tiada, meninggalkan Ranah Damai dengan membiarkan kharismanya tetap terasa beserta kedamaian di Ranah Damai. Kini giliran para petani muda yang merawat kebun buah milik Sang Petani. Semoga kebun buah milik Sang Petani tetap menjadi Ranah Damai yang benar-benar damai.
Darussalam, Ciamis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar